AMBON, INEWS UTAMA.COM - Kepemimpinan baru telah resmi di Negeri Soya, Kota Ambon, Maluku, dengan pelantikan Herve Rene Jones Rehatta sebagai Raja definitif. Upacara pelantikan yang dilaksanakan oleh Penjabat Walikota Ambon, Bodewin Wattimena, berlangsung di Balai Saniri Negeri Soya pada Jumat, (3/ 05/ 2024).
Pelantikan ini menandai akhir dari periode transisi kepemimpinan di Negeri Soya, yang sebelumnya dipimpin sementara setelah masa kepemimpinan Raja sebelumnya, Jhon Lodewijk Rehatta. Herve, yang merupakan keturunan langsung dari Raja sebelumnya, telah secara resmi menerima tongkat kepemimpinan setelah dikukuhkan oleh Saniri Negeri Soya.
Dalam sambutannya, Bodewin Wattimena menekankan pentingnya momen ini bagi Negeri Soya, menggambarkan pelantikan tersebut sebagai sebuah tonggak sejarah. "Kita semua bersaksi hari ini atas sejarah baru yang kita tulis bersama, dimana Negeri Soya kini memiliki Raja definitif yang diharapkan dapat membawa kemajuan dan kesejahteraan bagi rakyatnya," ujar Bodewin.
Proses pengangkatan Raja Negeri Soya telah mengikuti semua ketentuan yang ada dalam peraturan daerah Kota Ambon, menjamin proses yang transparan dan adil. Pelantikan ini juga bertujuan untuk meredam polemik yang sempat muncul selama masa transisi kepemimpinan.
Herve Rene Jones Rehatta, dalam pidatonya, menyatakan komitmennya untuk bekerja keras dalam memajukan Negeri Soya. "Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung proses ini. Saya berjanji akan melanjutkan usaha yang sudah baik dari pemimpin sebelumnya dan membawa Negeri Soya ke arah yang lebih baik lagi," kata Herve.
Ia juga mengajak semua elemen masyarakat Negeri Soya untuk bekerja sama. "Kita perlu bersatu padu, meninggalkan perbedaan, dan bekerja bersama untuk masa depan Negeri Soya yang lebih cerah," tegasnya.
Dengan kepemimpinan baru ini, harapan besar diarahkan kepada Herve Rene Jones Rehatta untuk membawa perubahan yang signifikan bagi Negeri Soya, memperkuat nilai adat dan budaya, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya. Kepemimpinan Herve diharapkan menjadi contoh bagi negeri-negeri adat lain di Kota Ambon dalam menghadapi tantangan modern sambil tetap memelihara tradisi yang kaya.(TIM)

